Senin, 27 Maret 2017

Jangan "TELEDOR"

Sakit hati merupakan “keteledoran”, kita yang teledor menempatkan hati ditempat yang salah.


Bagaimana jika “keteledoran” itu merupakan kebiasaan? Bagaimana jika bukan tempatnya yang salah, Tapi justru hati kita yang selalu salah dalam memilih tempat? Bagaimana jika semuanya benar namun letak kesalahannya ada pada waktu?

Bagaimana jika sakit hati itu merpakan kesalahan dari rasa tak bertuan yang terpelihara, tumbuh dengan suburnya meski terabaikan? Bagaimana jika sakit hati itu merupakan kesalahan dari rasa memiliki meski nyatanya hanya ilusi? Bagaimana jika rasa sakit hati itu merupakan kesalahan dari ego yang enggan mengalah?


Nah bagaimana jika sakit hati itu merupakan kesalahan AKU SENDIRI? Aku yang dengan gamblangnya memelihara rasa untukmu, menjaga meski nyatanya kamu juga memelihara rasa yang sama (tapi untuknya), aku yang dengan tulus menyirammu dengan senyum meski nyatanya kau kadangkala meracuni dengan acuhmu, aku yang dengan harap menempatkan pot yang paling indah dihalamanku, tapi bunga yang ingin kutanam justru terlihat subur dipekarangan orang lain.

Aku tidak cemburu karena memang dari awal kita tidak saling memiliki, hanya saja sakit hati terus menyusahkanku, meski berulang kali kutepis. aku tau bahwa sakit hati itu tidak akan pernah ada jika bukan rasa memiliki yang mengawalinya, tapi maaf karena dari awal aku memang ingin memilikimu..



UZ.M