Gud moningg, tadi abis nyisir eh malah ketemu ide buat bahan
nulis, karena beberapa hari ini gue moodyan banget, gampang naik pitam,
dikit-dikit marah, dikit dikit ngambek, gue jadi mikir ada yang salah dengan
gue, jangan-jangan gue mengalami gangguan mental bipolar hahaha Bipolar apa
sih? Emm semacam istilah dalam kimia bukan sih? salah weh! Kalian yang update
banget info selebriti tentunya tau dong Marshanda, nah gue mengenal bipolar
dari beliau hahaha dari pada kelamaan nyinyir tanpa tau yang sebenarnya, yuk
kita bahas bipolar secara lebih serius dan tajam, setajam tatapanmu hahaha
Pertama yuk kita mengenal dulu apa sih sebenernya bipolar
itu? Nah kalo secara gamblang sih Bipolar bisa diartikan sebagai perubahan
sikap secara drastis tis secara fluktuatif dalam tempo waktu yang singkat,
misalnya nih yaa tadi murung banget eh tiba-tiba jadi bahagia banget, atau
biasa juga disebut berkepribadian ganda. Namun dalam wikipedia dijelaskan bahwa
Bipolar merupakan gangguan mental yang menyerang kondisi psikis seseorang yang
ditandai dengan perubahan suasana hati yang sangat ekstrim berupa mania dan
depresi, karena itu istilah medis sebelumnya disebut dengan Manic Depressive.
Yaaah emang kita semua tentunya pernah berada dalam suasana
hati yang baik (mood high) dan
suasana hati yang buruk (mood low). Nah
akan tetapi seseorang yang menderita ganguan bipolar memiiliki ayunan perasaan (mood swings) yang ekstrim dan pola
perasaan yang muda berubah secara drastis tis tis tis. Suatu ketika, seseorang
pengidap gangguan Bipolar sebut saja Linnet Ridgeway (ini tokoh dalam novel
yang gue baca semalam hahaha) bisa merasa sangat antusias dan bersemangat
(mania), tapi saat suasana hatinya sedang buruk, ia sangat depresi, pesimis dan
putus asa bahkan sampai mempunyai keinginan untuk bunuh diri lho (wahh bahaya
yaa ternyata). Nah notes nih, ketika suasana hati meningkat, secara klinis itu
disebut mania, atau di saat ringan
disebut hipomania. Faktanya sekarang
ganguan bipolar ini sudah menjangkiti 10 hingga 12 persen remaja diluar negeri
lho ges, dannnn beberapa kota di Indonesia juga sudah dilaporkan penderita
berusia remaja. Mirisnya resiko kematian terus membayangi penderita gangguan
bipolar, dan itu lebih karena mereka mengambil jalan pintas (mematikan diri
sendiri).
Nah udah ada bayangan kan mengenai Bipolar itu apa? Yps, the
nxt question, gejala bipolar itu kayak apa sih? Jangan jangan kita salah satu
penderita gangguan bipolar tapi ga tau hahaha, yukkksa kita urai. Gess gangguan
bipolar itu dapat terlihat sangat berbeda pada orang yang berbeda. Gejalanya pun
bervariasi dalam pola mereka, keparahan dan frekuensi. Yang perlu kita ketahui
gess gangguan bipolar itu mempunya empat episode suasana hati (ga kalah deh sama
sinetron per episodenya), yakni mania, hipomania, depresi, dan episode
campuran.
Tanda
dan gejala mania:
· - Gembira berlebihan
· - Mudah tersinggung sehingga mudah marah (gue nih
haha)
· - Merasa dirinya sangat penting (aku mah apah
atuh)
· - Merasa kaya atau memiliki kemampuan lebih
dibanding orang lain (gue naik angkot masih dibayarin weh)
· - Penuh ide dan semangat baru
· -Cepat berpindah dari satu ide ke ide lainnya
(ide yaaa bukan hati!)
· - Mendengar suara yang orang lain tak dapat
mendengarnya (suara hati contohny hahaha)
· - Nafsu seksual meningkat
· - Menyusun rencana yang tidak masuk akal (mau
ngelabrak Donald Trump contohnya ahhaha)
· - Sangat aktif dan bergerak sangat cepat
· - Berbicara sangat cepat sehingga sulit dipahami
apa yg dibicarakan
· - Menghambur-hamburkan uang (sedekahin ke gue aja
haha)
· - Membuat keputusan aneh dan tiba tiba, namun
cenderung membahayakn.
· - Merasa sangat mengenal orang lain (ini mah sokab
namanya)
· - Mudah melempar kritik pada orang lain
· - Sukar menahan diri dalam perilaku sehari-hari
· - Sulit tidur (tips dari gue buat yang susah
tidur: silakan baca novel Agatha Christie! Sama gue ampuh kok haha)
· - Merasa sanagt bersemangat, seakan akan satu hari
tidak cukup 24 jam
Tanda
dan Gejala hipomania:
Tahap hipomania mirip dengan mania,
perbedaannya adalah penderita yang berada pada tahap ini merasa lebih tenang
seakan akan telah kembali norma serta tidak mengalami halusinasi dan delusi. Hipomania
sulit untuk didiagnosis karena terlihat seperti kebahagiaan biasa tetapi
membawa resiko yang sama seperti mania.
Tanda
dan gejala depresi bipolar:
·
Suasana hati yang murung dan perasaan sedih yang
berkepanjangan
·
Sering menangis atau ingin menangis tanpa alasan
yang jelas
·
Kehilangan minat untuk melakukan sesuatu
·
Tidak mampu merasakan kebahagiaan
·
Mudah letih, tak bergairah, tak bertenaga (ini
mah gue kalo lagi lapar haha)
·
Sulit berkonsentrasi
·
Merasa tak berguna dan putus asa
·
Merasa bersalah dan berdosa
·
Rendah diri dan kurang percaya diri
·
Beranggapan masa depan suram ddan pesimistis
·
Berpikir untuk bunuh diri
·
Hilang nafsu makan atau makan berlebihan (laper
weh)
·
Penurunan berat badan atau penambhan berat badan
·
Sulit tidur, bangun lebih awal atau tidur
berlebihan
·
Mual sehingga sulit berbicara karena menhan rasa
mual, mulut kering, susah BAB dan terkadang diare
·
Kehilangan gairah seksual
·
Menghindari komunikasi dengan orang lain.
Tanda
dan gejala Episode campuran:
Episode ini merupakan gangguan bipolar campuran dari kedua
fitur gejala mnaia atau hipomania dan depresi.
·
Selalu berbicara tentang kematian dan keinginan
untuk mati
·
Memiliki pandangan pribadi tentang kematian
·
Mengkonsumsi obat-obatan secara berlebihan
danalkohol
·
Terkada lupa hutang dan tagihan listrik (hahaha)
Penderita yang
mengalami gejala gejala tersebut atau siapa saja yang mengetahuinya sebaiknya
segera menelpon dokter ahli jiwa, jangan meninggalkan penderita sendirian dan
jauhkan dari benda benda tajam atau peralatan yang beresiko dapat membahayakan
penderita atau orang-orang disekelilingnya.
Nah penjelasan tentang Bipolar dan gejalanya udh, sekarang
pertanyaan yang muncul, penyebab gangguan bipolar ini apa sih? Yukssa kita urai
1.
Genetika
Genetika bawaan merupakan faktor umum penyebab gangguan bipolar
2.
Fisiologi
·
Sistem neurokimia dan gangguan suasana hati
·
Sistem neuroendrokin
3.
Lingkungan
F.Y.I : 1. Seperti
kebanyakan penyakit mental lainnya, banyak cara untuk melakukan tata laksana
perawatan gangguan bipolar, kadang kadang pemberian obat-obatan dan
terapi/konsultasi dapat membuat hal iini mudah dikontrol.
2. Hampir semua penderita gangguan bipolar mempunyai pikiran
tentang bunuh diri, dan 30% diantaranya berusaha unutk merealisasikan niat
tersebut dengan berbagai cara.