Sabtu, 18 Februari 2017

Gangguan Bipolar

Gud moningg, tadi abis nyisir eh malah ketemu ide buat bahan nulis, karena beberapa hari ini gue moodyan banget, gampang naik pitam, dikit-dikit marah, dikit dikit ngambek, gue jadi mikir ada yang salah dengan gue, jangan-jangan gue mengalami gangguan mental bipolar hahaha Bipolar apa sih? Emm semacam istilah dalam kimia bukan sih? salah weh! Kalian yang update banget info selebriti tentunya tau dong Marshanda, nah gue mengenal bipolar dari beliau hahaha dari pada kelamaan nyinyir tanpa tau yang sebenarnya, yuk kita bahas bipolar secara lebih serius dan tajam, setajam tatapanmu hahaha

Pertama yuk kita mengenal dulu apa sih sebenernya bipolar itu? Nah kalo secara gamblang sih Bipolar bisa diartikan sebagai perubahan sikap secara drastis tis secara fluktuatif dalam tempo waktu yang singkat, misalnya nih yaa tadi murung banget eh tiba-tiba jadi bahagia banget, atau biasa juga disebut berkepribadian ganda. Namun dalam wikipedia dijelaskan bahwa Bipolar merupakan gangguan mental yang menyerang kondisi psikis seseorang yang ditandai dengan perubahan suasana hati yang sangat ekstrim berupa mania dan depresi, karena itu istilah medis sebelumnya disebut dengan Manic Depressive.

Yaaah emang kita semua tentunya pernah berada dalam suasana hati yang baik (mood high) dan suasana hati yang buruk (mood low). Nah akan tetapi seseorang yang menderita ganguan bipolar memiiliki ayunan perasaan (mood swings) yang ekstrim dan pola perasaan yang muda berubah secara drastis tis tis tis. Suatu ketika, seseorang pengidap gangguan Bipolar sebut saja Linnet Ridgeway (ini tokoh dalam novel yang gue baca semalam hahaha) bisa merasa sangat antusias dan bersemangat (mania), tapi saat suasana hatinya sedang buruk, ia sangat depresi, pesimis dan putus asa bahkan sampai mempunyai keinginan untuk bunuh diri lho (wahh bahaya yaa ternyata). Nah notes nih, ketika suasana hati meningkat, secara klinis itu disebut mania, atau di saat ringan disebut hipomania. Faktanya sekarang ganguan bipolar ini sudah menjangkiti 10 hingga 12 persen remaja diluar negeri lho ges, dannnn beberapa kota di Indonesia juga sudah dilaporkan penderita berusia remaja. Mirisnya resiko kematian terus membayangi penderita gangguan bipolar, dan itu lebih karena mereka mengambil jalan pintas (mematikan diri sendiri).

Nah udah ada bayangan kan mengenai Bipolar itu apa? Yps, the nxt question, gejala bipolar itu kayak apa sih? Jangan jangan kita salah satu penderita gangguan bipolar tapi ga tau hahaha, yukkksa kita urai. Gess gangguan bipolar itu dapat terlihat sangat berbeda pada orang yang berbeda. Gejalanya pun bervariasi dalam pola mereka, keparahan dan frekuensi. Yang perlu kita ketahui gess gangguan bipolar itu mempunya empat episode suasana hati (ga kalah deh sama sinetron per episodenya), yakni mania, hipomania, depresi, dan episode campuran.

Tanda dan gejala mania:

·         - Gembira berlebihan
·         - Mudah tersinggung sehingga mudah marah (gue nih haha)
·         - Merasa dirinya sangat penting (aku mah apah atuh)
·        -  Merasa kaya atau memiliki kemampuan lebih dibanding orang lain (gue naik angkot masih dibayarin weh)
·        -  Penuh ide dan semangat baru
·         -Cepat berpindah dari satu ide ke ide lainnya (ide yaaa bukan hati!)
·         - Mendengar suara yang orang lain tak dapat mendengarnya (suara hati contohny hahaha)
·         - Nafsu seksual meningkat
·        -  Menyusun rencana yang tidak masuk akal (mau ngelabrak Donald Trump contohnya ahhaha)
·        -  Sangat aktif dan bergerak sangat cepat
·         - Berbicara sangat cepat sehingga sulit dipahami apa yg dibicarakan
·        -  Menghambur-hamburkan uang (sedekahin ke gue aja haha)
·        -  Membuat keputusan aneh dan tiba tiba, namun cenderung membahayakn.
·         - Merasa sangat mengenal orang lain (ini mah sokab namanya)
·         - Mudah melempar kritik pada orang lain
·         - Sukar menahan diri dalam perilaku sehari-hari
·         - Sulit tidur (tips dari gue buat yang susah tidur: silakan baca novel Agatha Christie! Sama gue ampuh kok haha)
·         - Merasa sanagt bersemangat, seakan akan satu hari tidak cukup 24 jam

Tanda dan Gejala hipomania:

Tahap hipomania mirip dengan mania, perbedaannya adalah penderita yang berada pada tahap ini merasa lebih tenang seakan akan telah kembali norma serta tidak mengalami halusinasi dan delusi. Hipomania sulit untuk didiagnosis karena terlihat seperti kebahagiaan biasa tetapi membawa resiko yang sama seperti mania.

Tanda dan gejala depresi bipolar:

·         Suasana hati yang murung dan perasaan sedih yang berkepanjangan
·         Sering menangis atau ingin menangis tanpa alasan yang jelas
·         Kehilangan minat untuk melakukan sesuatu
·         Tidak mampu merasakan kebahagiaan
·         Mudah letih, tak bergairah, tak bertenaga (ini mah gue kalo lagi lapar haha)
·         Sulit berkonsentrasi
·         Merasa tak berguna dan putus asa
·         Merasa bersalah dan berdosa
·         Rendah diri dan kurang percaya diri
·         Beranggapan masa depan suram ddan pesimistis
·         Berpikir untuk bunuh diri
·         Hilang nafsu makan atau makan berlebihan (laper weh)
·         Penurunan berat badan atau penambhan berat badan
·         Sulit tidur, bangun lebih awal atau tidur berlebihan
·         Mual sehingga sulit berbicara karena menhan rasa mual, mulut kering, susah BAB dan terkadang diare
·         Kehilangan gairah seksual
·         Menghindari komunikasi dengan orang lain.

Tanda dan gejala Episode campuran:

Episode ini merupakan gangguan bipolar campuran dari kedua fitur gejala mnaia atau hipomania dan depresi.
·         Selalu berbicara tentang kematian dan keinginan untuk mati
·         Memiliki pandangan pribadi tentang kematian
·         Mengkonsumsi obat-obatan secara berlebihan danalkohol
·         Terkada lupa hutang dan tagihan listrik (hahaha)
Penderita yang mengalami gejala gejala tersebut atau siapa saja yang mengetahuinya sebaiknya segera menelpon dokter ahli jiwa, jangan meninggalkan penderita sendirian dan jauhkan dari benda benda tajam atau peralatan yang beresiko dapat membahayakan penderita atau orang-orang disekelilingnya.

Nah penjelasan tentang Bipolar dan gejalanya udh, sekarang pertanyaan yang muncul, penyebab gangguan bipolar ini apa sih? Yukssa kita urai

1.       Genetika
Genetika bawaan merupakan faktor umum penyebab gangguan bipolar
2.       Fisiologi
·         Sistem neurokimia dan gangguan suasana hati
·         Sistem neuroendrokin
3.       Lingkungan


F.Y.I :  1. Seperti kebanyakan penyakit mental lainnya, banyak cara untuk melakukan tata laksana perawatan gangguan bipolar, kadang kadang pemberian obat-obatan dan terapi/konsultasi dapat membuat hal iini mudah dikontrol.
2. Hampir semua penderita gangguan bipolar mempunyai pikiran tentang bunuh diri, dan 30% diantaranya berusaha unutk merealisasikan niat tersebut dengan berbagai cara.